Perjalananku..,aku biasa dipanggil Nisa,..
“ibu,aku pamit ke sekolah yak…….”assalamualaikum,…
Selepas mencium tangan ibuku aku lekas berangkat ke sekolah,
aku berasal dari keluarga yg cukup sederhana,ayahku hanya seorang buruh pabrik dan ibuku bekerja sebagai guru honorer di sekolah tempat aku sekolah smp dulu..ketika kelas 3 SMA,selama perjalanan hidupku aku ga pernah mengeluh atas kehidupanku,bahkan ga pernah mengeluh sedikitpun atas diriku sendiri,..
Semua yg aku lakukan itu ikhlas dari dalam hati…
Hari demi hari dijalani,sampai suatu ketika ibuku terkejut dengan apa yg aku katakan
“ibu,apa aku boleh pacaran?......”kata ku,sambil mnutup wajahku karna aku malu.
“Untuk apa?”…kata ibuku
Kemudian terhening aku pun terdiam tanpa mengetahui apa yang harus aku katakan pada ibu
Hari itu terlupakan…
Nis,aku mau cerita yah…”kata rani,teman ku.
Ada apa rani…
Rani bercerita tentang awal asiknya mulai pacaran…dr mulai pandang-pandangan,menulis surat,di social network maupun pacaran via hp…semua berjalan manis,sampai pada waktunya rani merasakan sakit hati krna pacarnya selingkuh sama teman sebayanya…
Sehari itupun aku bingung menanggapi temanku dan berpikir….
Sampai dirumah,penasaran yg cukup mendorong aku untuk bercerita dg ibu
“annisa,kmu sudah melihat salah satu hal yg mungkin akan kamu dapatkan jika kmu pacaran ..”kata ibu
Aku merenung….
Apa aku akan merasakan hal yang sama jika aku mencoba untuk pacaran kelak…
Apa aku bisa mencoba mempertahankan hubungan itu …
Dan apakah aku bisa mempertahankan kehormatanku sebagai wanita sampai aku menikah dengan pria pilihanku nanti?
Dan apakah pacarku itu akan suamiku nanti?
Itu semua masih abu-abu….
“benar kata ibuku…”
Hampir semua temanku mengalami ini dengan awal kebahagiaan yg terlihat ikhlas dan lepas tapi ada dosa didalamnya…
“dosa dengan agamaku”
“dosa dengan kedua orangtuaku..”
“dan…dosa terhadap diriku sendiri…”,..aku blm pernah mnemukan satu dalil pun tentang pacaran yg halal…
Semua teman”ku merasa mereka tidak mau disamakan dengan gaya pacaran teman “yg lain…
Ada yg beranggapan,klo sebatas memegang tangan itu hal biasa dan tidak melanggar agama,ada yg beranggapan lebih dari itu..
Wallahualam,..aku belum menemukan satu dalilpun yang menghalalkan berpacaran..
Pelajaran dari teman”ku udah cukup bagiku,semua berakhir dengan sakit hati ataupun kemalangan nasib sampai ada orang yang merendahkan harkat dan martabatnya sebagai wanita,..
Meski ada anggapan bahwa gaya pacaran mereka itu baik-baik saja,hanya seperti teman biasa….tp aku percaya akan apa yg telah disampaikan oleh Allah melalui lidah ibuku yg jauh berpengalaman dariku,…
Tapi teman-ku tetap ngotot kalo mereka itu beda…
Memang masa sulit itu ya seperti ini,masa dimana aku harus berpikir sendiri…
Terselang beberapa hari,ketika ada acara seminar tentang anak remaja di sekolah,aku ikut serta…aku melihat seorang pria yg cukup menawan bagiku,…subhanallah….
Apa yg takut aku alami terjadi,aku tertarik akan pandangannya,tertarik mencoba bagaimana rasanya pacaran…
Mamang sebelumnya ada beberapa laki laki yang coba mendekatiku,tapi allhamdulillah Allah melindungi hatiku
Astagfirullah,…aku sudah terlarut terlalu dalam..
“maafkan aku yaAllah….”….aku harus melupakan ini…
Acara perpisahan pun tiba,dan setelah UN,aku harus memilih aku mau melanjutkan kemana,ibuku bertanya padaku..apa udah ada laki-laki yang siap meminangmu?aku terkejut sambil memberikan candaan kepada ibuku,ibuku memang seperti ini,..menyampaikan suatu pesan melalui berbagai cara tanpa harus ada yang merasa rugi…
Aku harus bilang kepada ibuku aku ingin sekolah lagi….
Kemudian seminggu kemudian aku terkejut dengan datangnya surat dari salah satu universitas di negeri Islam di sebrang sana..
Aku terkejut,ternyata itu sudah disiapkan oleh ayahku sejak aku SMP dulu..
Awalnya aku merasa tidak siap,,,tapi atas dorongan ayahku,ibuku dan teman-temanku…dan aku bersedia…
Tak terasa sudah 2 tahun aku disini….di negeri orang yang sebelumnya tek pernah aku bayangkan sebelumnya…
Aku sudah dewasa sekarang…subhanallah..
Semua email yang kuterima dari teman”ku cukup aku jadikan pelajaran bagiku..
Rani salah satunya…terakhir dia bilang klo dia sakit hati dan hampir bunuh diri karena dihamili sama laki” yang dulu terlihat paling baik dimatanya…..dan sekarang laki laki itu hilang entah kemana,mungkin sekarang rani sedang merawat bayi yg aku belum ketahui gimana kabarnya…
Belum lagi cerita dari santi yang sampai saat ini masih bimbang dengan pacarnya..
Dan tami,salah satu teman terbaik ku waktu SMA dulu…tp sayangnya dia telah terhanyut akan manisnya bayang-bayang cinta sampai akhirnya pacar yang sering menjamahnya setiap hari tanpa ada ikatan yang jelas,putus nyambung …sampai hampir semua jenis laki-laki pernah menyentuhnya…..miris memang,dia pun bilang sambil menangis klo dirinya tak lebih berhaga dari pada plecur di jalan….padahal itu dia lakukan semata mata karna cinta dan sayang pada pacarnya…tp semua berakhir petaka…
Bahkan dia mengganggap jauh lebih hina dari itu,…seperti wanita jalang tanpa bayaran apapun,,,dan hanya dibayar dengan gombalan-gombalan yang ternyata itu semua menipu…..allhamdulillah sekarang iman dan taubatnya jauh lebih berharga dari apapun..
Sudahlah,aku capek bercerita tentang teman-temanku…aku cukup miris melihatnya..
Tak terasa sekarang aku harus segera pulang karna jihadku disini sudah selesai…
Aku pulang ke negeriku dan menjadi seorang guru disalah satu Pesantren di kotaku..
Tak kukira….6 bulan sudah aku lulus,ibuku bertanya padaku…kapan aku akan menikah..
Aku menjawab,..apa aku sudah pantas bu?ibuku tersenyum,merangkulku dalam hangat badannya…
Hmmm……aku pun merasa siap…semoga aku lekas menemukan pria pertama dan terakhir untukku..ammiiieennn..
Kaget bukan kepalang ketika ku masuk aula,ada salah satu pria yg aku rasa aku mengenalnya dan terakhir 4 tahun lalu aku melihatnya…lalu ngapain dia ikut dalam sidang kurilulum ini????ternyata dia menjadi guru baru disini…subhanallah….aku bingung harus merasa apa…..!tak terasa mataku sesekali bertemu….aku tak mau berlama-lama..mengindari zina mata yg selaama ini aku hindari..
Selang beberapa hari saya dan org sya ketahui bernama farhan itu berjalan biasa saja….sampai suatu hari ada tanda yang berbeda dari hari biasanya….
Dia menghampiriku,aku sedang duduk di depan ruang kelas kala itu…
“assalamualaikum…maaf ibu guru….ada sesuatu yg ingin saya sampaikan…….”kata farhan..
“wss..iya silahkan pak..”
“begini bu,..saya ingin lebih dekat dengan ibu…”//
Dagdigdug perasaaku…senang bukan kepalang…singkat aku katakan…..
“silahkan pak…datanglah kerumahku…dan berbincang-bincanglah dengan orangtua saya pak”…
“baik bu….”…permisi yah bu,..segera saya kerumah ibu..”..
Aku pun diam dan berpikir,tapi tidak sampai terlalu dalam,krna mungkin itu akan jadi bagian dari zina hati,...
Aku hanya berdoa sejenak,semoga Allah memberikan yang terbaik untukku
Tak kusangka…2 hari setelah itu benar iya datang kerumah dan berbincang dengan kedua orangtuaku..
Ibuku hanya tersenyum kepadaku…dan laki-laki itu terlihat baik…
Melalui ayahku,aku ketahui…setelah lulus SMA dia pun kuliah di negeri sebrang….tp tidak satu pulau denganku,..beda Negara..tapi dalam jurusan yang bisa dibilang hampir mirip..,masih dalam ilmu pendidikan...
Suatu hari dia datang lagi kerumahku dan ingin berbincang denganku dan didampingi oleh orangtuaku.
“apakah kamu bersedia menikah denganku?..”
“Selagi orangtuaku merestui,aku takan mampu menolak….”itu jawabku..
“tapi apakah kau sudah tau siapa aku?apa kamu tak takut dan tak curiga aku itu laki laki seperti apa?apa kamu sudah siap menerima aku apa adanya dan menerima semua latar belakangku….?...
tapi aku berbalik Tanya padanya….
“apa kamu sudah tau siapa aku?apa kamu juga menerima aku apa adanya?dan apakah kamu masih menerima aku jika dikemudian hari kamu tau aku bukan perempuan yg suci,dan aku punya masalalu yang cukup kelam bagiku dan bagi orang kebanyakan?
Kemudian diam sejenak dan dia menjawab…
“melalui shalatku,melalui imanku,dan kepercayaanku pada kuasa Allah,aku menerima kamu apa adanya,tanpa harus mengurangi suatu apapun…”..karna aku yakin kau akan menjadi bidadariku di dunia dan disurga nanti”
Subhanallah,jawabannya cukup mengejutkan bagiku..
Bagaimana denganmu”kata farhan
Iya,..melalui pelajaran yang kuterima dari orangtua,teman”ku…dan atas keikhlasanku serta aku percaya akan kehendaknya,aku siap menerimamu menjadi suamiku…menjadi imamku,dan menjadi pemimpin di bahtera rumahtangga kita nanti”
Kami menikah 2 minggu kemudian…
Aku dan keluargaku berjalan cukup baik,dia sosok laki-laki yang luar biasa..sosok pemimpin yang sangat bijaksana,..terimakasih yaallah,ini lebih dari rezeki atas rezeki yang luarbiasa bagiku…
Sekarang suamiku sedang melanjutkan S2 di Universitas tempat dimana dia mnyelesaikan S1...dan aku akan menyusul stengah tahun lagi,krna skrg anakku masih terlalu balita....
Salam…….Annisa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar